Meningkatkan Efektivitas Organisasi di Era Generasi Millenial (1/2)

bigstock-multiethnic-people-with-startu-64735957-1024x669

Fenomena fast moving talent

Fenomena yang terjadi di banyak perusahaan saat ini terkait dengan talenta yang dimiliki adalah, semakin cepatnya perpindahan karyawan yang dimiliki dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Data yang dirilis oleh… menyebutkan bahwa tingkat turnover karyawan di Indonesia setiap tahun semakin meningkat. Salah satu sebabnya adalah karena lahirnya generasi mileneal dimana orientasi mereka tidak lagi pada loyalitas terhadap perusahan dan berpikir jangka panjang, akan tetapi orietnasi karir mereka jangka pendek dan cenderung memikirkan apa yang mereka dapatkan ketika bergabung dengan perusahaan. generasi ini memiliki tingkat independenasi yang tinggi serta lebih berani mengambil risiko terhadap peluang yang mereka lihat terutama risiko karir.

Tingginya turnover karyawan tersebut tanpa disadari bisa mengganggu kinerja perusahaan. pergantian orang pada suatu posisi dengan frekuensi tinggi akan menjadikan kemampuan organisasi untuk menjalankan operasi dan mengimplementasikan strategi pencapaian sasaran melemah. Kondisi ini seringkali tidak diperhatikan oleh manajemen, sehingga tanpa disadari sasaran-sasaran kinerja yang seharusnya tercapai seringkali meleset dan akhirnya daya kompetitif perusahaan akan semakin melemah dibanding para kompetitornya. Memperhatikan fenomena tersebut perlu digali langkah-langkah strategis agar kinerja perusahaan tetap bisa tumbuh dengan baik walaupun perusahaan menghadapi ancaman brain drain karena turnover yang tinggi.

Pengelolaan talent yang ideal

Generasi mileneal adalah generasi yang lahir antara kurun waktu 1982 – 2003. Mereka tumbuh pada lingkungan kemajuan teknologi digital dengan berbagai macam budaya yang lahir dari era tesebut. Kemajuan teknologi digital telah membentuk pandangan, perilaku dan sikan politik, budaya,dan sosial tersendiri. Kondisi tersebut akhirnya memunculkan watak tersebdiri sebagaimana generasi baby boomers dulu muncul yang memiliki watak yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.

Beberapa ciri dapat disebutkan di sini. Pertama, mereka adalah generasi yang terpelajar, tidak hanya pada sisi akademis tetapi pengetahuan lain di luar yang diajarkan sekolahpun mereka mampu memahaminya denga cepat dan baik. Kedua, mereka adalah generasi yang sangat mengerti teknologi, terutama teknologi informasi. berbagai macam informasi dapat mereka serap dan cerna secara mudah melalui gadget yang mereka miliki. Mereka memiliki perilaku positif terhadap teknologi informasi dibanding generasi sebelumnya. Mayoritas dari mereka memandang teknolgi informasi dapat menjadikan hidup mereka lebih mudah dan mendekatkan antar mereka. Ketiga, generasi milineal memiliki rasa kebersamaan dan berkomunitas yang tinggi. Mereka akan cenderung patuh pada peraturan dan pro terhadap isu isu sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan yang akan menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik untuk tinggal dan hidup. Keempat, generasi mileneal adalah generasi entrepreneur (wirausaha), orientasi mereka adalah kemandirian dan kebebasan dalam berusaha. Kurang suka diatur dan memiliki passion yang tinggi terhadap hal-hal yang mereka kuasai. Kelima, mereka adalah generasi yang pragmatis idealis, maksudnya adalah mereka memiliki mimpi untuk masa depan mereka dan yakin bahwa hal tersebut akan terwujud melalui tangan mereka sendiri.

Melihat karakteristik mereka yang dipaparkan tersebut, jelas bahwa pikiran, sikap, dan perilaku mereka sangat berbeda dengan generasi sebelumnya baik generasi Baby Boomers ataupun Generasi X. Oleh karena itu perlakuan terhadap mereka di dalam perusahaan juga harus berbeda. Beberapa prinsip telah dicoba untuk dirumuskan oleh apra ahli, salah satunya adalah tim ahli dari IESE Business School. Ada sembilan panduan yang bisa dijadikan referensi untuk mengelola generasi milenial. Pertama, berikan kepada mereka kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Generasi milenial tumbuh pada budaya terburu, semuanya harus serba cepat. mereka cenderung tidak sabaran dan orietnasi mereka adalah sasaran jangka pendek dengan pencapaian hasil yang terukur. Kedua, manajemen perlu mengembangkan program keseimbangan antara profesionalitas dengan kehidupan personal. Mereka mampu didorong untuk melakukan pekerjaan multitasking tetapi mereka tidak mau terikat dengan jam kerja yang kaku. Mereka cenderung hanya fokus pada hasil. Ketiga, mereka menganggap bahwa uang bukanlah segalanya. Bukan berarti mereka tidak tau mengenai nilai uang, tetapi uang bukanlah motivasi utama. Uang adalah basis dari motivasi mereka, amun di sisi lain mereka juga mendambakan pekerjaan yang atraktif, seperti pekerjaan yang menantang, kesemaptan untuk mobile (baik secara geografi, ataupun dalam bentuk penugasan), kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru, dan membangun jejaring serta menikmati atmosfir tempat kerja yang menyenangkan.

Keempat, Menciptakan jenang karir sendiri. Tidak seperti generasi sebelumya, generasi milenial punya keyakinan sendiri mengenai jenjang karirnya sehingga manajemen adalah meingkatkan intensitas pembicaraan mengenai masa depan karir mereka. Caranya adalah mendidik para manajer untuk bisa memiliki kemampuan melakukan interviu memetakan rencana karir mereka sehingga bisa dipersiapkan exit strateginya. Kelima, Menjadi mentor jangan menjadi boss. Generasi mileneal adalah generasi yang haus akan pengetahuan, pengalaman, dan ruang gerak yang senantiasa baru. Oleh karena itu para manajer didorong memiliki kemampuan metoring yang bagus agar dapat memfasilitasi mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Keenam adalah menciptakan budaya perusahaan yang kuat. Budaya perusahaan yang kuat akan mengubah organisasi yang bercorak mekanis menjadi humanis. Karyawan yang bekerja di dalam perusahaan akan memandang organisasi dimana mereka bekerja merupakan komunitas sosial yang menjadi bagian dari hidup mereka dan mereka nyaman untuk tinggal di dalamnya. Mereka terdorong untuk berbuat yang terbaik bagi perusahaan karena menyadari apa yang mereka lakukan memberikan arti bagi diri mereka dan masyarakat.

Bersambung…

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: