Tahapan dalam Menyusun Standar Formasi Karyawan

Pendahuluan

Salah satu aspek yang menjadi titik tekan dalam peningkatan efiktivitas operasional perusahaan  adalah dengan memastikan bahwa setiap sub sistem yang ada memberikan kontribusi dan dukungan yang signifikan bagi peningkatan kinerja perusahaan melalui berbagai macam cara. Diharapkan jika kinerja naik maka profit perusahaan juga akan naik dan daya kompetitif perusahan semakin meningkat. Ke dua hal tersebut akan menjadi modal perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Peningkatan kinerja pada umumnya diterjemahkan dengan peningkatan hasil produksi dan efisiensi penggunaan sumberdaya.

Usaha untuk peningkatan efektivitas operasional diwujudkan pembenahan jumlah SDM dibutuhkan untuk melaksanakan strategi perusahaan dalam rangka mencapai sasaran. Perusahaan harus memastikan berapa kebutuhan SDM untuk menjalankan program dan kegiatan sehingga bisa mencapai sasaran yang ditetapkan. Strategi perusahaan hanya akan efektif diimplemetasikan jika didukung oleh jumlah dan tingkat kompetensi SDM yang sesuai dengan kebutuhan.

Untuk mendapatkan jumlah SDM dengan kompetensi yang dibutuhkan dapat dilakukan dengan penyusunan standar formasi yakni mengkaji jumlah SDM yang dibutuhkan perusahaan. Maksudnya adalah jumlah formasi SDM ideal yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Gambaran umum mengenai penyusunan standar formasi dapat dilihat dalam gambar berikut.

 

ABK

 

Langkah-langkah pelaksanaan

Step 1. Identifikasi. Pada tahap ini tim konsultan akan mengidentifikasi kondisi organisasi saat ini, strategic statement organisasi yang meliputi; visi, misi, tujuan, budaya, dan arah pengembangan bisnis ke depan, masalah-masalah yang terjadi dan mengumpulkan data sekunder yang relevan. Output dari tahapan ini adalah gambaran mengenai kondisi saat ini yang akan diwujudkan di masa yang akan datang.

Step 2. Analisis data sekunder. Pada tahap ini tim akan mendalami data sekunder yang ada meliputi uraian tugas sebelumnya, metode kerja, prosedur operasi. Output dari tahapan ini adalah form observasi.

Step 3. Field study. Pada tahap ini tim akan melakukan observasi lapangan menggunakan metode survey, wawancara, focussed group discussion (FGD) untuk mengumpulkan data mengenai efektivits struktur organisasi yang ada, beban kerja masing-masing jabatan. Output dari tahapan ini adalah informasi mengenai efektivitas struktur organisasi dan beban kerja.

Step 4. Formulasi. Pada tahap ini tim akan menyusun struktur organisasi , standar formasi perusahaan yang meliputi jumlah SDM yang dibutuhkan di on farm maupun off farm. Output dari tahapan ini draft struktur organisasi, dan standar formasi.

Step 5. Workshop. Pada tahap ini tim konsultan akan mempresentasikan hasil kajian di hadapan Board of Directors (BOD) dan Senior Management untuk mendapatkan masukan.

Step 6. Perbaikan hasil. Pada tahap ini tim konsultan akan melakukan finalisasi hasil. Proses finalisasi meliputi kegiatan proof reading dan editing.

Step 7. Presentasi dan penyerahan hasil. Pada tahap ini tim konsultan akan mempresentasikan hasil akhir di hadapan Board of Directors (BOD) dan Senior Management dan menyerahkan hasil serta laporan akhir sebagai tanda selesainya pelaksanaan project.

Demikian langkah-langkah dalam penyusunan standar formasi. Semoga bisa membantu menyelesaikan permasalahan SDM di organisasi Anda.

Advertisements


Categories: artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: