Pentingnya HRM Dalam Bisnis Saat Ini (2 Habis)

depositphotos_40504847-stock-photo-hrm-human-resource-management-concept

Pada tulisan sebelumnya telah saya coba jelaskan mengenai peran penting HRM bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan bisnis yakni merger dan akuisisi serta reengineering. Pada kesempatan ini akan kita bahas peran HRM lain dalam membantu perusahaan dalam mengeksekusi strategi bisnis

3. Ekspansi internasional

Di era globalisasi ini perusahaan mendapat banyak kemudahan untuk mengembangkan bisnisnya di luar home country. Mereka lebih leluasa untuk melakukan ekspansi bisnis di negara-negara yang memiliki potensi pasar yang tinggi. Sebelum globalisasi, hanya perusahaan yang kuatlah yang memiliki kemampuan untuk melakukan ekspansi internasional. tetapi saat ini siapapun bisa. Sebagai contoh misalnya Wika, perusahaan BUMN dalam bidang konstruksi ini mulai sering dipercaya untuk menangani proyek-proyek infrastruktur di luar negeri. Ekspansi perusahaan ini tentu saja membanggakan, akan tetapi sebetulnya dibalik keberhasilan WIKA dalam memenangkan proyek-proyek di luar negeri terdapat peran Divisi HRM di dalamnya.

Strategi ekspansi perusahaan ke luar negeri memiliki beberapa problem potensial yang cukup kritis untuk segera di tangani. Salah satu  yang utama adalah culture diversity (keberagaman budaya). Perusahaan akan menghadapi budaya yang sangat berbeda dengan yang ada di home country dan perusahaa  harus mampu beraraptasi. Para manajer di perusahaan harus dibekali dengan pemahaman budaya negara yang bersangkutan dan bagaimana berkomunikasi bisnis secara efektif. Di sisi lain perusahaan juga harus memahami bagaimana karakteristik SDM yang ada di negara tersebut sehingga dapat merekrut SDM dengan kualifikasi seperti yang diharapkan untuk membantu mengoperasikan perusahaan di sana. Pada bagian ini HRM memainkan peran yang penting.

4. Downsizing

Lingkungan bisnis yang volatile, uncertainty, complexity, dan ambiguity saat ini menyebabkan perusahaan harus berpikir keras agar bisa mengoperasikan usahanya secara efektif dan efisien. Salah satu yang sering menjadi pilihan perusahaan dalam menjadikan bisnisnya efisien adalah melakukan downsizing (pengurangan) karyawan. Efisien di sini bukan berarti perusahaan mengharapkan pengurangan biaya SDM tetapi lebih penting lagi adalah bagaimana karyawan bisa meningkat kinerja sehingga bisa memberikan kontribusi yang maksimal bagi perusahaan.

Tetapi untuk mengesekusi butuh strategi dan perencanaan yang matang, agar jangan sampai downsizing yang dilakukan perusahaan menimbulkan gejolak yang akan mengganggu proses operasi atau buruknya citra perusahaan di mata publik dan stakeholders. Oleh karena itu peran Divisi HRM menjadi penting karena akan memikirkan alasan yang bisa diterima semua pihak dan bagaimana kondisi SDM ideal bagi perusahaan serta langkah-langkah untuk mewujudkannya

5. Outsourcing

Salah satu strategi perusahaan agar memiliki daya saing tinggi dalam harga pokok produksi adalah outsourcing (alih daya). Program ini dilakukan dengan cara mengalihkan sebagian proses produksi barang dan jasa perusahaan kepada phak ketiga yang berbadan hukum. Ketentuang pemerintah terkait dengan kegiatan outsourcing telah jelas, yakni dibatasi untuk aktivitas, keamanan, cleaning service, penyediaan angkutan karyawan, catering, dan usaha pertambangan. Walaupun demikian praktek di lapangan memiliki variasi yang berbeda-beda.

Perusahaan yang telah mempekerjakan karyawan outsourcing tidak serta-merta bisa melepaskan pengawasan kepada perusahaan outsourcing karena  isa jadi terjadi penyimpangan yang akan merugikan perusahaan. Oleh karena itu perlu mekanisme pengawasan yang jelas dan bagian yang mengawasi dan mengevaluasi kinerja outsourcing. Bagian tersebut pada umumnya adalah Divisi HRM.

6. Total Quality Management

Total Quality Management adalah salah satu tools manajemen yang sangat powerful untuk meningkatkan kualitas jasa dan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Tujuan dari peningkatan kualitas tersebut adalah agar dapat memuaskan pelanggan kita dalam jangka panjang. Implementasi TQM dimulai dengan mendefinisikan kualitas produk yang diinginkan karyawan. Kemudian merancang proses produksi yang dapat menghasilkan barang dan jasa seperti yang diinginkan pelanggan serta memastikan bahwa semua karyawan memahami dan memiliki budaya disiplin yang kuat agar proses operasi bisa berjalan seperti yang diinginkan.

Salah satu kunci dari keberhasilan implementasi TQM adalah kualitas SDM yang dimiliki perusahaan. TQM hanya akan berhasil diimplementasikan jika pengetahuan dan keterampilan karyawan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan serta terdapat budaya disiplin yang tinggi yang megikat seluruh karyawan mulai dari pimpinan sampai kepada karyawan yang paling bawah. Oleh karena itu perusahaan perlu agen perubahan yang dalam hal ini biasanya diperankan oleh Divisi HRM.

Demikian 6 situasi bisnis yang sering dihadapi oleh perusahaan, dan kita telah bahas bahwa pada setiap situasi bisnis tersebut HRM memegang peranan kunci. Oleh karena itu memperkuat Divisi HRM di perusahaan memang menjadi sebuah kebutuhan bukan lagi sebuah keperluan.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: