Pentingnya HRM Dalam Bisnis Saat Ini (1)

hrm_share

Masih ada sebagian pimpinan perusahaan yang belum jelas benar mengenai peran strategik SDM dalam mencapai sasaran perusahaan. Memang jika ditanya apa aset terpenting yang dimiliki perusahaan maka sebagian besar mereka akan menjawab bahwa aset terpenting mereka adalah SDM. Akan tetapi pernyataan tersebut tidak tercermin dari langkah-langkah bisnis yang ditempuh. Memang dari segi operasional perlakuan perusahaan terhadap SDM yang mereka miliki tidak akan memiliki dampak langsung yang signifikan jika dibandingkan dengan melakukan treatment pada aspek operasional perusahaan, seperti produksi, pengadaan, inventory dsb.

Namun demikian perusahaan perlu menyadari bahwa situasi bisnis yang volatile saat ini menjadikan peran Divisi SDM menjadi sangat penting. Karena usaha-usaha perbaikan yang dilakukan perusahaan untuk menyikapi perubahan lingkungan bisnis akan langsung terkait dengan SDM yang mereka miliki. Untuk lebih jelasnya kita bisa simak paparan berikut ini.

  1. Merger dan Akuisisi

Untuk memperkuat daya saing di industri banyak perusahaan melakukan langkah merger dan akuisisi. Merger dilakukan antara dua atau perusahaan karena merasa ada kecocokan untuk melebur menjadi satu (contohnya adalah LG dan Philips di Divisi CRT) atau “dipaksa” oleh pemilik karena melihat jika digabung akan memiliki daya saing yang kuat (contoh kasus merger bank nasional). Biasanya ada satu perusahaan yang akhirnya memimpin dan perusahaan yang lain kemudian berhenti operasi. Akuisisi dilakukan perusahaan dengan membeli sebagian besar saham sebuah perusahaan sehingga kendali operasinya menjadi di tangan perusahaan pembeli sedangkan perusahaan yang dibeli masih beroperasi seperti biasa.

Pada kasus merger maka perusahaan akan mengelola SDM lebih banyak dari sebelumnya karena karyawan dari perusahaan yang berhenti operasi akan dialihkan dan dikelola oleh perusahaan yang menjadi leadernya tentu saja tidak bisa otomatis mereka melebur ke dalam sistem pengelolaan SDM yang ada di perusahaan yang baru, ada banyak masalah yang berpotensi muncul di sana, seperti administrasi personalia, aturan kerja, struktur gaji, struktur organisasi, perbedaan budaya dan iklim kerja, nilai-nilai dalam bekerja, penilaian kinerja, serta reward dan benefit yang diterima. Semua itu menjadi PR bagi perusahaan baru untuk menyelaraskannya. Tentu saja masalah-masalah tersebut harus diselesaikan oleh Divisi khusus dalam hal ini adalah Divisi SDM.

  1.  Rengineering

Reningeering adalah startegi yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan daya saing dengan merubah secara fundamental proses bisnis yang mereka jalani selama ini. Contoh yang paling mudah adalah dilakukannya reengineering proses bisnis NETFLIX yang semula adalah perusahaan rental film dalam wujud kaset video menjadi perusahaan rental film berbasikan internet. Perubahan ini tentu saja mengubah pola kerja dan standar kompetensi yang diharapkan dari para karyawannya. Perusahaan harus mencari karyawan yang memiliki kemmampuan untuk menjalankan tugas dengan standar pelaksanaan tugas yang baru sekaligus memikirkan bagaimana exit strategy bagi karyawan yang kemampuannya tidak memungkinkan untuk ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan tugas baru di perusahaan. bagaimana mengatasi hal tersebut tanpa menimbulkan gejolak baik kinerja perusahaan maupun karyawan. Dalam hal ini Divisi SDM kembali memainkan peran yang penting.

berlanjut…….

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: