Personal Brand

personalNilai “personal brand” semakin penting. Bukan hanya selebriti yang perlu dikelola dengan baik dan terstruktur personal brand-nya. Karyawan dan kaum profesional juga perlu meningkatkan citra dirinya, yang disebut I- Brand.

Personal Brand atau I-Brand menurut beberapa literatur dapat di definisikan sebagai sebuah persepsi atau emosi yang dijaga dalam kondisi baik oleh diri sendiri. Dan dapat diartikan juga sebagai Sebuah gambaran tentang diri sendiri yang diinginkan dalam semua kegiatan yang dilakukan. Mempengaruhi bagaimana orang lain memandang kita. Tentang orang lain memandang nilai yang kita miliki. Karena personal branding merupakan persepsi publik terhadap diri kita, maka harus cermat sebelum benar-benar membangun i-brand.

Masih banyak persepsi dikalangan pemimpin perusahaan bahwa personal branding hanyalah sesuatu yang bersifat pribadi. Bahkan ada kekhawatiran, jika karyawan memiliki personal brand yang bagus, nantinya hanya akan diambil oleh perusahaan lain.

Ada pula yang berfikir bahwa personal brand adalah suatu bentuk cara pencarian pengakuan dari lingkungan untuk kesuksesan yang dimiliki oleh diri kita. Hal ini bukan dimaksudkan untuk kesombongan akan tetapi lebih sebagai alat ukur untuk mengevaluasi diri.

Menurut seorang konsultan Brand dan Direktur Etnomark Consulting, Amalia E Maulana personal brand yang dilakukan oleh individu-individu karyawan justru pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Personal brand memiliki aliansi dengan brand corporate. Karyawan yang memiliki personal brand yang baik, akan membawa nama baik perusahaannya dimata orang lain.

Kesuksesan tidak dapat dipisahkan dengan personal branding, untk itu perlu membangun personal branding dengan cara yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membangung personal brand.

1. Understand and be your authentic self. Be yourself 

Tidak terbayangkan, apabila dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menunjukkan kepalsuan. bertindak dan berbicara dengan cara tertentu yang bukan menggambarkan tentang perasaan kita. pasti sangat melelahkan. Personal brand yang baik adalah personal brand yang dapat merefleksikan tentang siapa anda. tampilkan hal terbaik yang ada pada diri anda.

2.      Speaking engagements.

Dalam membangun personal brand anda harus mampu mengembangkan ketrampilan komunikasi anda. Tunjukkanlah bahwa anda percaya diri, bahwa anda memang tahu dan memahami apa yang anda bicarakan. Dalam suatu pembicaraan berusahalah menjadi pendengar dan memberikan masukan yang tepat ketika memang diminta untuk memberikan masukan ataupun pendapat anda.

3.   USP (Unique Selling Proposition)

Sebuah USP atau masalah nilai jual yang dapat memberikan brand value proposition yang menarik dan unik dengan target pasarnya. Hal ini juga dapat diterapkan pada diri Anda. Anda harus dapat memunculkan hal istimewa yang membedakan Anda dari orang lain, dan menetapkan persamaan nilai tentang kemampuan Anda ketika Anda pitching diri sendiri untuk pekerjaan, promosi, atau kontrak kerja freelance. Misalnya, Anda seorang peneliti pasar, tetapi bukan peneliti biasa, melainkan seorang peneliti yang mengkhususkan diri dalam konsumen anak muda atau tentang preferensi pembelian mereka.

4.  Manfaatkan media sosial untuk terkenal

Hari ini, dengan adanya media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook dan bahkan LinkedIn, ada lebih banyak kesempatan untuk mulai meluncurkan kampanye Anda. Anda dapat membangun profil online Anda dan blog tentang topik yang menarik di seluruh platform sosial seperti Kompasiana atau yang lainnya. Anda juga dapat aktif pada tingkat pribadi dalam industri Anda, perusahaan Anda, atau komunitas Anda. Orang-orang akan mulai mencari Anda dan mereka akan menemukan, brand image yang konsisten dan kuat. Anda akan menemukan visibilitas yang membawa manfaat besar.

5.   Perluas jaringan

Anda tidak dapat mencapai kesuksesan karier sendirian, dan Anda tidak dapat melakukannya tanpa perencanaan. Brand Manager bertugas untuk mengembangkan rencana pemasaran step by step untuk mencapai tujuan dan Anda sebaiknya juga begitu. Rencanakan aksi pemasaran pribadi Anda meliputi: tujuan, target pasar, kerangka waktu, taktik tertentu,dan pengukuran. Demikian juga, Anda harus menyiapkan langkah-langkah tindakan tertentu untuk mencapai tujuan Anda.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , ,

%d bloggers like this: