Protean Career, Pilihan Anda?

protean-career

Ide mengenai konsep protean career pertama kali dikemukakan oleh Hall pada tahun 1976. Menurutnya, karyawan yang menganut/melakukan protean career dapat mengemas ulang pengetahuan, keahlian, dan kemampuannya sendiri agar sesuai dengan perubahan lingkungan, karena fleksibel, bebas dari nilai di luar  keyakinan dirinya, meyakini bahwa untuk sukses harus melakukan pembelajaran berkelanjutan, dan cenderung mencari reward intrinsik . Munculnya protean career disebabkan karena karyawan menyadari peningkatan ketidakpastian lingkungan kerja, termasuk hubungan ketenagakerjaan, protean careerist memilih untuk mengelola karir mereka sendiri .

Konsep protean career sendiri terdiri dari dua dimensi, yaitu: (1) values driven: nilai internal seseorang memandu dan mengukur kesuksesan karir dan  (2) self-directed: memiliki kemampuan untuk adaptif mengenai kinerja dan kebutuhan pembelajaran. Berdasarkan dua dimensi tersebut, maka kemudian para ahli mengusulkan empat kategori karir:

  1. dependent (values driven rendah, self direction rendah);
  2. rigid (values driven tinggi, self direction rendah);
  3. reactive (values driven rendah, self direction tinggi);
  4. protean atau transformasional (values driven tinggi, self direction tinggi).

Penelitian-penelitian yang telah dilakukan mendukung konsep dasar orientasi protean career ini. Sikap protean (mudah berubah) ditemukan berhubungan positif dengan kepribadian proaktif, career authenticity, keterbukaan pada pengalaman, dan kepakaran orientasi tujuan. Selain itu dimensi values driven ditemukan berhubungan negatif dengan perubahan pekerjaan, artinya seseorang bisa mempunyai oreintasi protean career meski dengan mobilitas fisik yang rendah. Penelitian lain menghubungkan orientasi protean career dengan budaya dan menemukan bahwa individu yang tinggal pada budaya maskulin yang rendah (yang fokus pada hubungan dan kualitas hidup berdasar reward ekstrinsik) cenderung values-driven, sedang pada budaya yang power distance– nya rendah cenderung self-directed .

 

Penelitian mengenai aspek negatif protean career dan konsep karir lain yang non tradisional (yang masih sangat sedikit dilakukan) menyatakan bahwa studi mengenai protean career cenderung melebih-lebihkan misalnya dengan tergesa menyimpulkan orientasi tersebut merupakan atau menyebabkan individu menemukan panggilan hidup mereka atau karir yang paling tepat. Ditemukan juga bahwa dengan orientasi protean career beberapa individu bukannya menikmati kepuasan kerja dan kesuksesan, namun tersasar, bingung karena perubahan aturan di tempat kerja . Individu juga mungkin tidak memiliki pengetahuan yang dibutuhkan supaya dipekerjakan di perusahaan lain atau tidak dapat beradaptasi dengan baik dan cepat di lingkungan yang baru agar bisa bekerja dengan efektif . Selain itu individu-individu juga mungkin kesulitan unutk mengalokasikan waktu dan tenaga yang cukup untuk mengatasi tuntutan peningkatan pembelajaran dan mobilitas . Bagaimana pendapat Anda?

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: