Meningkatkan Nilai Bisnis Dengan Memahami Tujuan Manajemen Aset

37c33434a7

Sebut kata ‘aset’ perusahaan, apa yang ada di benak Anda pada umumnya? Peralatan kerja? Gedung? material, benda yang bisa dihitung atau tangible? Faktanya, aset mencakup pula property yang tak bisa dihitung atau tak bersifat fisik, misalnya hak paten, nama dagang, reputasi yang baik, dan lain-lain. Itu semua aset intangible yang justru memainkan peran penting dalam nilai bisnis kita.

Aset atau sering disebut Aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset adalah semua hak yang dapat digunakan dalam perusahaan.

Hampir semua perusahaan, bahkan yang bergerak hanya di industri digital, memiliki aset intangible. Ketika kita akan menjual perusahaan, penting bagi kita untuk bisa memanfaatkan aset intangible dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan dan menarik lebih banyak pembeli.

Menurut profesional perusahaan yang bergerak dibidang jasa, dengan pemanfaatan yang lebih baik dalam penggunaan data pada aset fisik perusahaan bisa memotong biaya operasional atau perawatan aset sebanyak 5%.  Ini adalah jenis keuntungan yang jelas.

Manajemen aset yang baik berarti kinerja aset akan lebih baik, dan risiko dikelola secara lebih efektif. Manajemen aset yang efektif adalah cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan nilai aset Anda. Tujuan manajemen aset dapat ditentukan dari berbagai dimensi atau sudut pandang. Secara umum tujuan manajemen aset adalah untuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang dikelola berfungsi secara efektif dan efisien. Efektif adalah pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektif dalam pengelolaan aset berarti aset yang dikelola dapat mencapai tujuan yang diharapkan organisasi bersangkutan, misal mencapai kinerja tertinggi dalam pelayanan pelanggan.

Sedangkan efektivitas berarti derajat keberhasilan yang dapat dicapai berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Atau efektifitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tinggi-rendahnya target yang telah dicapai misal jumlah capaian, derajat kualitas, waktu dan lain-lain. Sebuah capaian dapat dinyatakan dalam prosentase target yang dicapai dari keseluruhan target yang ditetapkan. Jika capaian target tersebut tinggi, berarti efektifitasnya makin tinggi pula. Serangkaian kegiatan yang dapat merealisasikan tujuan dengan tepat, maka berarti seluruh kegiatan tersebut memiliki efektifitas yang tinggi. Dengan kata lain efektif itu mampu mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan.

Adapun efisien berarti menggunakan sumber daya serendah mungkin untuk mendapat hasil (output) yang tinggi, atau efisien itu rasio yang tinggi antara output dengan input. Dalam manajemen aset, efisiensi yang senantiasa melekat dalam setiap tahap pengelolaan aset terutama upaya mencapai efisiensi yang tinggi dalam menggunakan waktu, tenaga, dan biaya. Jika tujuan aset dinyatakan lebih spesifik dibanding tujuan secara umum, maka tujuan manajemen aset yang lebih rinci adalah agar mampu:

  1. Meminimisasi biaya selama umur aset bersangkutan (to minimize the whole life cost of assets)
  2. Dapat menghasilkan laba maksimum (profit maximum)
  3. Dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum (optimizing the utilization of assets)

Dengan memhami tujuan manajemen Aset dengan baik, suatu perusahaan akan lebih mampu mengembangkan bisnisnya dengan memaksimalkan sumber daya apa saja yang ada diperusahaannya. sehingga sasaran perusahaan dapat tercapai dengan optimal.

Baca juga : Manajemen Aset ISO 55000 

GMPJ Consulting mendapat kesempatan untuk melakukan workshop Manajemen Aset di Institut Teknologi Bandung 1 Day Training Manajemen Aset ISO 55000 di ITB Bandung

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , ,

%d bloggers like this: