7 Praktik Manajemen SDM Paling Penting

cc96077c9a25484884118073114ec0b7_monkez-services-strategic-human-resources-management-programs-770-480-c

Seringkali perusahaan-perusahaan sangat bersemangat untuk mengembangkan sistem pengelolaan SDM atau mengadopsi praktik-praktik manajemen SDM terbaik yang ada di dunia. Ada kecenderungan para praktisi SDM hanya mengikuti trend saja. Ketika lagi booming MSDM berbasis kompetensi maka mereka berlomba-lomba mengembangkannya. Kemudian ketika muncul talent manajemen, MSDM berbbasis kinerja, dan lain sebagainya. Tetapi ketika kemudian ditanya, dari sekian sistem dan praktek manajemen SDM tersebut yang penting  bagi penguatan peran SDM yang berdimensi strategik yang mana? Mungkin tidak banyak praktisi SDM yang bisa menyebutkan.

Para ahli telah mengkaji dengan seksama sistem dan praktek manajemen SDM yang ada di perusahaan, kemudian merumuskan tujuh sistem dan praktik manajemen yang memberikan dampak strategik bagi pencapaian sasaran perusahaan. Apa saja ketujuh sistem/praktek tersebut?

  1. Internal carer opportunities, mengacu penggunaan internal labor market untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan dibanding tenaga kerja dari eksternal. Pengembangan sistem karir yang handal apalagi didukung dengan pola talent pool akan semakin memberikan kepastian mengenai ketersediaan kader dan juga kepastian terhadap jenjang karir karyawan.
  2. Training system formal, mengacu pada pelatihan formal  yang diberikan kepada karyawan. Organisasi dapat memberikan training formal secara luas atau mengacu pada skill yang harus dikuasai dan beberapa sosialisasi.
  3. Sistem penilaian kinerja yang dida didasakan pada hasil kerja ataupun perilaku kerja. Penilaian kinerja yang berdasarkan perilaku fokus pada perilaku karyawan yang penting untuk berkinerja secara efektif, sedangkan penilaian kinerja berbasis hasil fokus pada konsekuensi yang dihasilkan dari perilaku tersebut.
  4. Profit sharing plan, pembagian hasil berupa material yang didasarkan pada kinerja organisasi, dapat dilihat sebagai bagian integral dari sistem MSDM strategik.
  5. Employment security, sejauhmana pemberi kerja memerikan jaminan kerja bagi karyawan akan memberikan banyak implikasi strategik. Walaupun dalam kondisi ekonomi saat ini karyawan yang telah bekerja lama di perusahaan tidak terbebas dari kemungkinan untuk di PHK, tetapi ada beberapa kelompok karyawan di dalam organisasi yang memiliki rasa keamana yang tinggi dalam pekerjaan mereka karena kebijakan formal maupun informal perusahaan.
  6. Voice mechanism, bentuknya adalah formal grievance system dan pratisipasi dalam pengambilan keputusan. terakhir adalah tingkat kepentingan dari suatu jabatan dalam organisasi.
  7. Job definition. Pendefinisian jabatan yang jelas akan  membantu karyawan memahami tugas dan fungsinya secara baik sehingga dapat dipastikan bahwa karyawan tidak akan melakukan aktivitas pekerjaan yang tidak terkait dengan fungis dan tugasnya. Pendefinisian jabatan secara jelas dapat melalui pendefinisian uraian jabatan secara jelas dan dengan individual action.

Dengan memahami tujuh sistem/praktek manajemen SDM yang berdampak strategik bagi perusahaan maka Divisi SDm dapat lebih fokus dalam mengembangkan dan memperbarui sistem/praktek manajemen SDM tersebut. Selain itu juga bisa menjadi guidance atau shopping list bagi perusahaan yag akan mengembangkan sistem/praktek manajemen SDM. Semoga bermanfaat.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: