Apa Yang Perlu Diperhatikan Ketika Mendesain Pekerjaan?

job-design

Salah satu tantangan bagi manajer HRD dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan adalah bagaimana mendesain jabatan semenarik mungkin. Diharapkan dengan desain jabatan/pekerjaan yang menarik maka karyawan akan termotivasi untuk memberikan kontribusi yang maksimal bagi perusahaan. Permasalahannya adalah bagaimana desain pekerjaan yang menarik tersebut?

Ada lima hal yang perlu diperhatikan ketika seorang manager HRD berkeinginan mendesain jabatan/pekerjaan yang menarik. Pertama adalah variasi tugas dari pekerjaan (task variety). Sejauhmana pekerjaan tersebut melibatkan berbagai keterampilan dan pengetahuan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Semakin bervariasi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan maka akan semakin menarik bagi karyawan.

Kedua adalah identitias tugas (task identity). Sejauhmana keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan dapat diaktualisasikan di dalam pekerjaan. Manajer perlu merancang tugas tugas yang mendorong karyawan untuk mengeluarkan kemampuannya. Jika jabatan/pekerjaan tersebut memberikan ruang yang cukup bagi pemangku tugas untuk menggunakan keterampuian dan pengetahuannya maka akan muncul tantangan yang akan medorong motivasi mereka dalam bekerja.

Ketiga adalah signifikasi tugas (task significant). Manajer harus memastikan bahwa desain pekerjaan memiliki tugas yang dampaknya signifikan bagi individu karyawan dan perusahaan. Misalnya memasukkan unsur voluntary asignment di dalam desain pekerjaan, maka karyawan akan merasa bahwa apa yang dikerjakakannya memberi arti dan perusahaan mendapatkan citra yang positif.

Keempat adalah otonomi. Merupakan kewenangan untuk mengelola tugas yang menjadi tanggungjawab pemangku pekerjaan sehingga mereka memiliki keleluasaan untuk menyelesaikannya sesuai dengan harapan manajer. Hal yang perlu dilakukan manajer adalah memberikan kepercayaan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh pekerjaan/jabatan tersebut.

Kelima adalah feedback. Desain pekerjaan perlu memasukkan unsur feedback sehingga karyawan dapat menyadari kekurangannya dan termotivasi untuk meningkatkan kompetensinya. Mekanisme feedback bisa didesain sedemikian rupa sehingga tidak terkesan sebagai “pengadilan”.

Demikian lima hal yang perlu dipertimbangan bagi para praktisi SDM ketika ingin mendesain pekerjaan atau menyempurnakan desain pekerjaan yang sudah ada.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: