Memetakan dengan Skill-Will Matrix

Sumber Daya Manusia atau SDM dalam sebuah organisasi adalah bagian penting dalam menjalankan dan menentukan arah keberhasilan suatu organisasi. Pemetaan Karyawan dalam perspektif human capital pada dasarnya memposisikan SDM berdasarkan suatu ukuran yang tengibel atau jelas. sehingga secara rasional dan logis kita dapat menempatkan SDM sesuai dengan dimensi pengukuran yang dibutuhkan.

Banyak berbagai cara atau tools yang dapat digunakan untuk memetakan SDM, salah satunya Skill-Will Matrix.  Skill-Will Matrix adalah salah satu cara atau tools yang dapat digunakan untuk memetakan seseorang berdasarkan tingkat keahlian (skill) dan tingkat motivasi atau keinginan untuk berhasil/berkinerja (will). Pada Skill-Will Matrix, skill berada pada sumbu mendatar (X) dan will berada pada sumbu vertikal (Y).

skill-will-matrix.jpg

Bentuk-bentuk pengembangan SDM, termasuk pelaksanaan coaching, harus pula memperhatikan tingkat kompetensi dan motivasi dari seorang pegawai. Inilah yang disebut dengan Skill-Will Matrix, di mana setiap orang harus diidentifikasi terlebih dulu di kuadran mana ia berada. Setelah Skill-Will Matrix seseorang ditetapkan, maka berdasarkan hal itu bisa ditentukan solusi terbaik untuk pengembangannya.

Kuadran 1 adalah orang-orang yang memiliki tingkat motivasi untuk berkinerja rendah dan kompetensi rendah (low will, low skill). Solusi bagi karyawan tipe ini adalah dengan mengarahkannya (to direct). Orang seperti ini butuh perhatian ekstra dari pimpinan organisasi atau unit kerja karena butuh pengarahan yang intensif. Adanya seorang senior yang selalu mengarahkan menjadi sebuah kebutuh­an mutlak. Repotnya, hal ini akan membebani sang senior yang ditugasi dan bisa mengganggu pencapaian target kinerja pribadinya. Bilamana kondisinya tidak bisa lagi diperbaiki, orang tipe ini sebaiknya dikeluarkan dari organisasi.

Kuadran 2 adalah orang-orang yang memiliki tingkat motivasi untuk berkinerja tinggi dan kompetensi rendah (high will, low skill). Solusi bagi karyawan tipe ini adalah memandu (to guide) yang bersangkutan tentang bagaimana cara bekerja dengan baik. Kegiatan memandu ini jauh lebih cepat dampaknya ketimbang diberikan training khusus terlebih dahulu. Jadi, bilamana hasil yang diharapkan lebih cepat, maka tindakan memandu ini merupakan pilihan utama dengan syarat ada orang yang kompeten akan memandunya.

Kuadran 3 adalah orang-orang yang memiliki tingkat motivasi berkinerja rendah namun memiliki kompetensi yang tinggi (low will, high skill). Solusi bagi karyawan tipe ini adalah dengan terus memberikan tantangan yang menarik (to excite) agar selalu termotivasi dalam bekerja. Adanya tantangan yang menarik mendorong karyawan untuk menerapkan kompetensinya yang tinggi dalam mengatasi tantangan yang ada.

Kuadran 4 adalah orang-orang yang memiliki tingkat motivasi berkinerja tinggi dan kompetensi yang juga tinggi (high will, high skill). Solusi bagi karyawan tipe ini adalah mendelegasikan kewenangan atau pekerjaan (to delegate). Orang-orang tipe ini selalu haus dengan pencapaian-pencapaian baru, tanggung jawab yang lebih besar, dan tantangan-tantangan untuk naik kelas. Mereka ini adalah orang-orang kunci atau talent dan akan selalu menjadi handalan bagi kemajuan perusahaan.

Dengan memahami Skill-Will Matrix dari setiap pegawai, maka solusi pengembangan bagi setiap orang bisa dibuat lebih tajam, efisien, dan efektif. Solusi yang diberikan akan mampu mendorong perusahaan untuk bergerak lebih maju melalui perbaikan kinerja individu pegawai.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: