Corporate Competency Excellence

40881562-competence-word-cloudSeberapa pentingkah keterkaitan antara kompetensi perusahaan dengan strategi bisnis? Suatu perusahaan yang berorientasi market akan terlihat dinamis dan adaptif dengan perkembangan pasar ketika karyawannya menampilkan kompetensi enterpreneurship. Perusahaan jasa juga akan dapat meraih pelanggan ketika kar­yawan menampilkan service orien­tation saat memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Pengalaman menunjukkan terdapat beberapa perusahaan yang memiliki model kompetensi tersendi­ri. Namun ada beberapa perusahaan yang belum memiliki standar baku kompetensi untuk dijadikan sebagai parameter dalam melakukan penilai­an kepada karyawan atau calon karyawan.

Salah satu pengalaman yang ditemui adalah ketika sebuah perusahaan ingin melakukan assessment bagi karyawan dengan tujuan talent mapping. Karena perusahaan tersebut belum memiliki model kompetensi yang baku, maka mereka membutuhkan jasa konsultan untuk menyusun kompetensi sesuai dengan visi dan misi serta value perusahaan agar dapat dilakukan assessment pada karyawan tersebut untuk posisi yang dituju.

Akan tetapi ketika dikonfirmasi rumusan kompetensi tersebut kepada perusahaan, terlihat respon yang tidak terduga. Pihak perusahaan justru bertanya mengenai maksud dari kompetensi tersebut, dalam artian yang bersangkutan tidak memahami bahwa yang dikonfirmasikan adalah kompetensi yang telah disusun berdasarkan permintaan mereka.

excellence.jpg

Kompetensi memang dapat me­ningkatkan kinerja perusahaan, namun sayangnya tidak jarang penyusun­an tersebut tanpa diselaraskan dengan bisnis yang dijalan­kan. Ada pula yang menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk suatu kompetensi atau dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga menjadi terlalu berat untuk dapat dilihat relevansinya dengan arah bisnis yang dituju. Akan terasa efektifnya jika kompetensi yang ditentukan dapat diterjemahkan dengan simple sehingga mudah untuk diaplikasikan serta sinergis dengan perangkat HR lainnya seperti kebutuhan pelatihan karyawan, appraisal, ataupun rekrutmen.

De­ngan demikian kompetensi tersebut dapat dijadikan sebagai fondasi yang menghubungkan identifikasi talent di perusahaan dan arah tuntutan bisnis perusahaan. Kompetensi ini biasa di­sebut sebagai core competencyperusahaan. Sebagai contoh, perusahaan IT yang menekan­kan perkembangan teknologi, mungkin akan lebih cocok menjadikan continuous improvement atau creativity sebagai salah satu core competency yang pen­ting bagi perusahaan ketimbang menekankan pada kompetensi planning & organizing yang lebih cocok dengan perusahaan manufaktur.

Perusahaan memiliki visi dan misi yang menentukan value dan keberhasilan yang ingin dicapai. Jika kita melihat visi dan misi tersebut sebagai dasar untuk menyu­sun kompetensi inti perusahaan tentu akan sejalan dengan sasaran bisnis yang telah ditentukan se­hingga dapat menuntun penentuan metode ta­lent management yang tepat sasaran agar dapat meng-cover gap yang ada. Namun tentunya saat kompetensi sudah ditentukan, perusahaan juga perlu konsisten untuk mengimplementasikannya sebagai salah satu perangkat untuk mendukung pencapaian goal. Jika hal tersebut sudah dapat di­realisasikan oleh perusahaan, maka bukan tidak mungkin Corporate Competency Excellence dapat dirasakan manfaatnya secara nyata.

Sumber : Human Capital Journal

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , ,

%d bloggers like this: