RED, 3 Hal Penting Bagi Karyawan

Pekerja yang memiliki motivasi tinggi akan melakukan pekerjaannya dengan lebih baik. Dan sebagai atasan, mendorong dan memotivasi bawahan anda sangatlah penting untuk membuat mereka bekerja dengan performa yang lebih baik. Namun seringkali atasan tidak tahu harus memulai dari mana.

roles-pmMenurut Rajeev Peshawaria, Anda bisa mulai dari 3 hal yang mendasari motivasi karyawan, yaitu RED (Role, Environment, Development). Benarkah setiap karyawan hanya peduli terhadap 3 hal tersebut? Baca juga : Teori Motivasi Karyawan

Coba bayangkan Anda mendapat dua tawaran kerja. Dengan gaji sama di industri yang sama, keduanya perusahaan terkemuka. Bagaimana Anda menentukan pilihan? Faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan Anda? Rajeev menanyai ratusan eksekutif dan berbagai jawaban dari mereka pastilah jatuh dalam salah satu dari 3 kategori tersebut.

Masing-masing individu memiliki preferensi dan ekspektasi yang berbeda-beda tentang Role (peran), Environment (lingkungan), dan Development (pengembangan).

Ada yang suka tantangan, ada yang suka stabilitas, ada yang suka kerja di tempat tenang, ada yang betah bekerja di tempat yang ramai, dll. Untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi tiap karyawan – sehingga bisa dilakukan pendekatan yang efektif – sebagai atasan, Anda perlu terus bercakap-cakap dengan mereka secara kontinyu dan tangkap informasi mengenai preferensi dan aspirasi mereka. Saat Anda mengetahui apa yang menjadi motivasi karyawan, akan lebih mudah bagi Anda memotivasi mereka.

Mari kita bahas faktor RED satu per satu. Yang pertama adalah Role atau Peran. Ketika seseorang mempunyai motivasi bekerja untuk mendapatkan peran atau fungsi atau jabatan tertentu, dan kemudian dia mendapatkannya; seharusnya dia senang dan mampu menunjukkan kinerja yang baik. Role atau jabatan atau peran membuat seseorang bisa bekerja sesuai passion-nya dan itu bisa memicu dia untuk terus belajar menjadi yang terbaik.

change-your-environmentKedua adalah Environment atau lingkungan. Lingkungan kerja sangat mempengaruhi loyalitas dan kinerja seseorang. Ketika seseorang bekerja dalam lingkungan yang mendukung, sudah seharusnya dia mampu bekerja dengan optimal dikarenakan tidak begitu banyak halangan dan gangguan. Bayangkan, jika anda bekerja namun setiap hari di-bully oleh kolega kantor anda, lembur setiap hari, dan ruangan kerjanya pun tidak nyaman. Dalam hitungan minggu atau bulan, bisa saja anda mengundurkan diri. Di lain sisi, coba bayangkan, jika anda bekerja dengan bos yang baik, rekan-rekan kerja yang saling mendukung, suasana kantor yang bersahabat dari mulai kebijakan di HRD sampai dengan operational, idealnya anda akan sangat senang, betah, dan menunjukkan kinerja yang baik.

Yang terakhir adalah Development atau pengembangan. Ketika seseorang masuk ke sebuah perusahaan saat ilmunya masih 0 (nol), idealnya setahun kemudian ilmunya sudah bertambah menjadi 2. Beberapa tahun bertambah lagi menjadi 4, 6, dan seterusnya. Kemampuan seseorang seharusnya meningkat seiiring lamanya dia bekerja di sebuah perusahaan. Dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mampu menjadi mampu. Banyak cara untuk melakukan pengembangan di sebuah perusahaan misalnya melalui training, mentoring, dan sebagainya. Bayangkan jika anda bekerja bertahun-tahun namun tidak mengalami pengembangan diri yang baik. Sebuah kerugian lah yang pastinya akan dialami oleh perusahaan karena anda belum tentu mampu mengerjakan sesuatu hal lebih baik dari kemarin. Ada sebuah cerita antara CEO dan CFO yang saya sukai mengenai development.

self-developmentMenurut Rajeev jika memang perusahaan tidak mampu mengabulkan ekspektasi karyawan atas Role, Environment dan Development tersebut dalam pekerjaannya, maka akan lebih baik si karyawan tidak bekerja di sana.

Seringkali yang terjadi adalah karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya, padahal sebenarnya memungkinkan untuk menghubungkan motivasi dasar mereka dengan pekerjaan. Hanya saja atasan mereka tidak berusaha mengetahui motivasi dasar tersebut.

Menurut Rajeev dalam bukunya “Too Many Bosses, Too Few Leaders” (2011) untuk mengetahui motivasi dasar karyawan tersebut sebenarnya tidak memerlukan banyak waktu dan energi. Yang penting tetap menjaga interaksi dan komunikasi sehari-hari dengan bawahan anda dalam framework Role, Environment, Development.

sumber : PortalHR.com

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: