7 Cara “Coach your employees”

coachingTanggung jawab dan tugas seorang pemimpin (Supervisor, Manager atau Director) bukanlah hanya memberi tugas ke karyawan, mengontrol dan “mengomel” bila hasil kerja karyawan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, namun lebih dari sekedar itu. Banyak pemimpin yang hanya duduk bersama dengan staf-nya setahun sekali untuk melakukan performance review dan memberikan feedback. Pada saat itu, karyawan tahu apa yang telah ia lakukan sepanjang tahun, apa yang sudah benar dan dalam area apa mereka harus melakukan perbaikan. Tapi apa yang terjadi di dalam hari-hari lainnya dalam satu tahun tersebut? Apa yang perlu dilakukan seorang pemimpin agar karyawannya mampu berprestasi dengan baik? Apakah cukup dengan hanya menyuruh-nyuruh, mengontrol dan mengomel?

Salah satu tugas yang penting dari seorang pemimpin adalah mengembangkan karyawannya sehingga mampu melaksanakan tugas dengan cara yang efektif dan efisien. Ada berbagai cara untuk mengembangkan karyawan, dan salah satu dari sekian banyak cara itu adalah melalui teknik coaching.

Coaching adalah suatu pendekatan yang luar biasa untuk mengembangkan potensi karyawan. Dengan melakukan coaching, Anda memberikan staf Anda kesempatan untuk bertumbuh dan mencapai kinerja optimal melalui umpan balik yang konsisten, proses konseling dan mentoring. Daripada hanya mengandalkan jadwal performance review yang hanya satu tahun satu kali, Anda dapat mendukung karyawan di sepanjang jalan selama satu tahun untuk mencapai tujuan. Jika dilakukan dengan cara yang benar, coaching akan dianggap sebagai peta jalan menuju sukses bagi karyawan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan.

Langkah 1: Membangun hubungan saling percaya
Langkah awal proses coaching adalah membangun keterbukaan di antara pemimpin dan karyawan. Dengan keterbukaan, akan mudah bagi karyawan untuk percaya kepada pemimpin, sehingga ia mengeluarkan isi hati secara jujur dan apa adanya serta menerima berbagai feedback dan arahan dari si pemimpin. Namun sebaliknya, ketika karyawan tertutup kepada pemimpin, karyawan biasanya cenderung takut membahas secara jujur berbagai hal tentang kinerjanya. Oleh karena itu, seorang pemimpin perlu membangun komunikasi dua arah yang positif setiap hari, memberi rasa aman untuk bisa saling terbuka dan membangun sikap hormat satu sama lain. Ketika ini terwujud, maka akan mudah bagi seorang pemimpin untuk memberikan pengaruh positif kepada karyawannya.

Langkah 2: Memulai proses coaching
Proses coaching sangatlah berbeda dengan proses memberikan training. Coaching adalah sebuah proses memfasilitasi karyawan untuk mengeluarkan potensi terbaik dari dalam dirinya demi mencapai target-target pekerjaannya. Proses coaching dimulai dengan percakapan yang tepat (coaching conversation).
Dalam membuka coaching conversation dengan karyawan, penting sekali bagi pemimpin untuk menjaga atmosfer pembicaraan dalam nuansa yang santai, aman dan terbuka. Proses coaching tidak boleh bersifat evaluatif, menghakimi, apalagi menjatuhkan si karyawan. Proses coaching perlu dilakukan dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang tajam dan strategis.

Langkah 3: Membahas permasalahan
Langkah yang paling penting dalam proses coaching adalah menyadari adanya masalah kinerja (performance issue). Karyawan harus benar-benar menyadari bahwa ada ketidaksesuaian antara standar prestasi yang diharapkan oleh perusahaan dengan kenyataan, yaitu prestasi kerjanya saat ini.

Langkah 4: Kembangkan solusi alternatif
Selanjutnya, Anda perlu mendorong karyawan untuk mengidentifikasi solusi alternatifnya. Hindari mendikte atau menginstruksikan alternatif Anda sendiri kepada karyawan, kecuali karyawan tidak mau/dapat memberikan solusi atau ide apapun.
Penting sekali untuk mendorong karyawan untuk memberikan alternatif tertentu dari dirinya sendiri. Ingat, tujuan Anda dalam langkah ini bukan untuk memilih alternatif langkah berikutnya, melainkan untuk memaksimalkan jumlah pilihan solusi bagi karyawan, agar ia dapat mempertimbangkan dan mendiskusikan kelebihan dan kekurangannya. Pada tahap ini, pemimpin berfungsi untuk merefleksikan berbagai ide atau pernyataan si karyawan dan menuntun karyawan menemukan cara yang terbaik bagi dirinya sendiri untuk meningkatkan kualitas kinerjanya dan mencapai prestasi kerja. Perlu Anda sadari, seringkali yang bisa memberikan cara-cara terbaik itu justru adalah si karyawan itu sendiri, karena ialah yang paling tahu tentang pekerjaannya.

coach_devlopimageRelated Posts:

Langkah-Langkah Menjadi Pemimpin yang Lebih Baik

Karir, Perencanaan dan Pengembangan

Langkah 5: Dapatkan komitmen karyawan untuk bertindak
Langkah berikutnya bagi pemimpin adalah membantu karyawan memutuskan langkah konkret untuk bertindak. Sekali lagi, jangan membuat pilihan bagi karyawan. Ijinkan karyawan yang memutuskan sendiri langkah konkret yang ingin ia lakukan. Untuk mencapai langkah ini, manajer harus mendapatkan komitmen lisan dari karyawan mengenai tindakan apa yang akan diambil dan kapan ia akan melakukannya. Pastikan untuk mendukung pilihan karyawan dan memberikan pujian kepadanya di mana perlu.

Langkah 6: Menangani berbagai alasan dan dalih
Berbagai alasan dan dalih dari karyawan dapat muncul pada setiap saat selama pertemuan coaching. Untuk menangani berbagai alasan dan dalih tersebut, pemimpin perlu mengingatkan kembali tentang pernyataan si karyawan mengenai pentingnya untuk meningkatkan prestasi kerja bagi dirinya.

coaching-powerpointLangkah 7: Memberikan feedback
Coach yang efektif memahami nilai pentingnya umpan balik kinerja yang terus-menerus untuk karyawan mereka, baik itu positif maupun korektif. Namun, ada beberapa hal penting yang harus diingat ketika memberikan umpan balik kepada orang lain. Umpan balik yang positif akan memperkuat kinerja. Secara alamih, karyawan akan bekerja ekstra ketika mereka merasa diakui dan dihargai. Ketika umpan balik korektif ditangani dengan buruk, itu akan menjadi sumber konflik yang signifikan. Namun jika ditangani dengan baik, karyawan akan mengalami efek positif dan kinerjanya diperkuat.

Tujuh langkah praktis di atas dalam coaching karyawan, apabila dipakai dengan teratur dan dengan perasaan tulus untuk mengembangkan karyawan Anda, maka karyawan akan bekerja dengan semangat tinggi, karena mereka tahu bahwa Anda sudah terlebih dahulu peduli dengan diri mereka melalui investasi waktu dan usaha untuk menggali potensi terbaik mereka.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: