Psikologi Pemasaran; Mengungkap Perilaku Manusia dari Sisi Bisnis

Marketing word cloud

Salah satu bagian penting dari seorang pebisnis sukses adalah memahami bagaimana dan mengapa orang berpikir dan bertindak seperti yang ingin mereka lakukan. Bahkan hal seperti ini jauh lebih sulit ketika kita membuat konten marketing yang menarik. Bisa saja kita membuat konten marketing, tapi apakah itu akan membuat mereka tertarik? Belum tentu. Itulah yang harus kita cari.

Sedikit perlu bagi kita untuk sekedar tahu prinsip utama psikologi yang cocok untuk para pebisnis. Dan untuk membantu kita menarik, meyakinkan dan mengkonversi lebih banyak orang dengan konten marketing kita, cobalah baca penjelasan singkat berikut ini:

Ini dia prinsip perilaku manusia yang berkaitan dengan upaya kita mengembangkan bisnis:

1. Priming

Dalam ilmu psikologi, Priming dijelaskan sebagai suatu keadaan dimana stimulus atau kejadian menambah informasi tertentu yang telah diingat sebelumnya. Contohnya saja ketika kita memainkan sebuah permainan dimana satu orang mengatakan kata, dan yang lainnya segera merespon dengan hal pertama yang terlintas dalam pikiran mereka.

Banyak pebisnis menggunakan teknik pemasaran priming halus. Kita bisa membantu pengunjung website mengingat informasi penting tentang merek kita, dan bahkan mungkin mempengaruhi perilaku pembelian mereka.

2. Timbal Balik

Konsep timbal balik dijelaskan dalam buku r Robert Cialdini yaitu Influence: The Psychology of Persuasion. Sederhananya yaitu jika seseorang melakukan sesuatu untuk kita, kita akan secara alami ingin melakukan sesuatu untuk mereka.

Dalam bisnis ada banyak cara yang digunakan untuk mengambil keuntungan timbal balik ini. Hal sederhana bisa menjadi strategi timbal balik yang baik untuk kita, mulai dari voucher, souvenir kaos bermerek, ebook eksklusif dan yang lain sebagainya. Pastikan kita memberikan mereka hal yang GRATIS, sebelum kita meminta sesuatu sebagai balasannya.

3. Social Proof

Kebanyakan para pebisnis menyadari akan konsep ini. Sosial Proof atau bukti sosial adalah teori bahwa orang akan mengadopsi keyakinan atau tindakan sekelompok orang yang mereka sukai atau percaya.

Salah satu cara mudah untuk membuat sebagian besar bukti sosial adalah melalui website atau blog kita. Contohnya dari sumber testimonial pelanggan kita sebelumnya. Pengunjung akan tergerak untuk melihat dan mencoba melakukan hal yang membuat orang sebelumnya bahagia. Selain itu kita juga bis amenunjukkan jumlah pengikut dari akun sosial media kita. Jika angka menjadi pusat utama dan kita memiliki jumlah yang banyak, orang akan tersandung pada postingan kita dan tidak ragu untuk berbagi.

4. Decoy Effect

Kita pasti sering melihat ini, satu titik harga yang sengaja dimasukkan untuk menarik perhatian kita untuk memilih pilihan yang paling mahal. Menyediakan beberapa pilihan produk yang hampir sama dengan harga yang berbeda akan membuat orang memiliki banyak pilihan sebelum ia memutuskan membeli barang tersebut.

Teknik ini yang sering disebut dengan Decoy Effect. Decoy Effect adalah teknik psikologis yang sangat kuat dan efektif yang digunakan oleh orang marketing. Decoy effect adalah fenomena dimana konsumen cenderung akan mengganti pilihan di antara 2 opsi jika diberikan opsi ketiga yang tidak seimbang.

Contohnya saja ketika kita ingin membeli sebuah tas. Ada 2 pilihan yaitu tas A dan tas B. Tas A dihargai 200.000 rupiah dan tas B dihargai 500.000. Kita tentu akan memperhitungkan budget kita dengan kebutuhan kita. Kita akan cenderung memilih yang harganya jauh lebih murah. Dengan alasan “Toh sama tasnya ini, yang penting juga punya”. Nah saat kita melihat ada 1 lagi tas yaitu tas C yang dibandrol dengan harga 1.000.000 rupiah, namun dengan kualitas dan model yang hampir mirip dengan A yaitu tidak menyediakan tali panjang untuk slempang. Kita pasti akan berfikir kembali, bahwa tas A lebih murahan ketimbang tas C ini. Kita tentu tidak akan memilih tas C juga, karena selain mahal kualitas dan keunggulan yang dimiliki sama saja dengan tas A. Hingga akhirnya kita memilih tas B yang range harga berada diantara keduanya dengan kualitas yang dimiliki tidak dimiliki oleh tas A dan C.

Jika ingin meningkatkan konversi pada halaman website, cobalah beri 2 arahan atau lebih kepada pengunjung. Bisa jadi kita ingin menambahkan 1 menu lagi, dan ini bisa membantu kita meningkatkan konversi opsi yang membuat orang pada akhirnya ingin membeli.

5. Kelangkaan

Konsep lain dari ilmu psikologi yang biasa digunakan para pebisnis adalah konsep kelangkaan. Prinsip ini akan kembali pada rumus sederhana penawaran dan permintaan yaitu semakin jarang kesempatan, konten, atau produk yang lebih berharga, maka akan semakin mudah orang tertarik untuk memilikinya.

Pada tahun 1975, Worchel, Lee dan Adewole melakukan sebuah penelitian untuk melihat bagaimana sebuah kelangkaan dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Tapi perlu untuk kita berhati – hati jika ingin menerapkan prinsip ini. Jika kita mendekati konsep kelangkaan seolah-olah barang sangat langka, padahal produk ini sangat populer untuk permintaannya, maka bisa jadi orang akan sangat reseptif.

sumber: Mebiso.com

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: