Mengenal Master Franchise

21004_1310113898_lancer-master-franchise-banniere-560x150_560x150.jpg

Apakah Anda tahu jika franchise seperti McD, KFC, 7eleven, Domino Pizza, J.Co Indonesia dikembangkan oleh perusahaan lokal Indonesia? Perusahaan lokal tersebut boleh dibilang adalah perpanjangan tangan dari pemilik waralaba (Franchisor) . Merekalah yang dikenal dengan master franchise. Jadi jika Anda ingin membeli waralaba McD, Anda dapat menghubungi perusahaan master franchise McD di Indonesia.

Master franchise adalah salah satu bentuk hubungan bisnis antara pemilik waralaba (franchisor) dan orang yang akan membeli waralaba (franchisee). Master franchisee boleh dibilang sebagai mini- franchisor untuk wilayah tertentu. Jadi dalam areanya, master franchise akan merekrut, melakukan pelatihan dan menyediakan layanan berkelanjutan kepada pembeli waralaba (franchisee).

master-franchise-agreement-type-300x194.jpg

Pemahaman tentang Master Franchise

seperti telah dijelaskan sebelumnya Master Franchise adalah hak yang diberikan kepada penerima waralaba(Franchisee) dari pemberi waralaba (Franchisor) untuk membuka dan mengelola bisnis waralaba-nya dalam suatu wilayah tertentu. Penerima waralaba (Franchisee) ini diberikan juga haknya untuk memberikan/menjual hak waralaba lanjutan kepada penerima waralaba lain di wilayahnya tersebut. Untuk itu master franchisee ini disebut Penerima Waralaba Utama.

franchise-valuation-asa-feb-2015-v22015-7-638.jpg

Persyaratan Master Franchise

Master Franchise cocok untuk investor dengan sumber daya keuangan yang cukup untuk mengembangkan jaringan waralaba di suatu negara atau wilayah tertentu. Sebuah master franchise melibatkan peran manajemen utama didukung oleh pengetahuan dan pengalaman yang datang sebagai bagian dari paket waralaba.

Secara umum, berikut ini kriteria kualitas franchisor akan mencari dalam franchisee harus menguasai:

  1. Keakraban dengan pasar lokal.
  2. Pengalaman di industri yang relevan (ideal, tetapi tidak selalu penting).
  3. Terbukti sumber daya keuangan. Master franchisee harus memiliki dana yang diperlukan (baik sendiri atau dengan investor lain) untuk membeli hak waralaba, menyiapkan prototipe dan sistem, dan mengembangkan bisnis waralaba di wilayah yang disepakati.
  4. keterampilan manajemen terbukti. Untuk sebagian besar, master franchisee akan berfungsi dengan cara yang persis sama seperti waralaba tidak dalam “wilayah rumah” nya (negara asal).
  5. Biasanya master franchise di Indonesia dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar yang memiliki pengalaman bisnis, infrastruktur, kemampuan di penjualan, pemasaran dan keuangan. Oleh sebab itu master franchise tidak untuk pebisnis pemula.

Apakah Bisa Membeli Master Franchise?

Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa master franchise dapat dialihkan, dengan sistem jual beli. Hal serupa pernah terjadi saat kasus perpindahan kepemilikan master franchise Mc.Donald Indonesia. Melansir sumber Tempo Mobile, PT Rekso Nasional Food (anak perusahaan Sosro Indonesia), telah mengambil alih 97 gerai McDonald’s yang semula dimiliki PT Bina Nusa Rama (perusahaan patungan antara Bambang N. Rachmadi dan McDonald’s Amerika Serikat).

 

Biaya awal waralaba (Franchise)

Biaya awal waralaba adalah biaya yang harus dibayar di muka sebelum gerai waralaba anda mulai beroperasi. Pada prinsipnya biaya ini dibayarkan untuk:

  • Lisensi atau hak untuk menggunakan merek yang diwaralabakan selama jangka waktu waralaba.
  • Hak untuk menggunakan (meminjam) pedoman operasional selama jangka waktu waralaba.

berapa besarnya? Tergantung kebijaksanaan franchisor. Tapi sejatinya ini sangat penting untuk anda tanyakan, apakah biaya awal waralaba sudah termasuk hal-hal berikut:

  • Survey lokasi.
  • Design lay out.
  • Informasi berupa daftar inventory awal, termasuk stok barang yang dibutuhkan.
  • Sourcing (pencarian supplier) untuk initial inventory dan stok barang.
  • Bimbingan dan diskusi untuk menyusun business plan.
  • Rekrutmen dan atau seleksi para pegawai mula-mula.
  • Penyelenggaraan pelatihan awal.
  • Supervisi dan eksekusi launching.

30528a8.jpg

Royalti Fee

Royalti fee adalah biaya yang harus dibayar setelah gerai waralaba mulai beroperasi. Pada umumnya pewaralaba yang menetapkan pembayaran harus dilakukan setiap awal bulan, misalnya sebelum tanggal 10 setiap bulan.

Metode royalti ini beragam. Namun umumnya berupa persentase terhadap setiap penghasilan yang diterima franchisee, dengan mengecualikan unsur pajak, bila ada.

Indomaret dan Alfamart menetapkan perhitungan royalti progressif yang mirip dengan pajak penghasilan wajib pajak abadi (PPh 21). adapula franchisor yang menetapkan “flat royalty”, artinya tidak peduli berapa pun penghasilan franchisee, royalti yang dikenakan nilainya tetap. Adapula yang mengkombinasikan royalti berdasarkan persentase dengan menetapkan nilai minimnya.

Pada prinsipnya royalti fee ada dan digunakan untuk:

  • Kelangsungan operasional pewaralaba dalam kaitannya dengan bimbingan berkesinambungan bagi para terwaralaba.
  • Pelaksanaan audit waralaba dan evaluasi bisnis yang keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bimbingan berkesinambungan.
  • Penelitian dan pengembangan (litbang)
  • Pengelolaan merek dan strategi pemasaran.

Advertising fee

Biasanya, untuk keperluan eksekusi dari pengelolaan merek dan strategi pemasaran, franchisor memerlukan dana yang akan diambil dari dana iuran dan promosi bersama. Bukan dari royalti fee.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: