Fraud, Efek pada Diri Sendiri dan Perusahaan

FraudSWFCF

Kondisi ekonomi yang cepat berkembang, menjadikan banyak hal berubah cepat pula.  Perilaku, Karakter, Sikap dan Tingkah Laku juga mulai bergerak.  Terlepas dari kondisi mental dan spiritual seseorang, maka perubahan ekonomi dan teknologi khususnya sangat berdampak pada perubahan perilaku dan sikap dalam pekerjaan.  Perubahan inilah yang menjadi dasar perubahan professional structure dalam sebuah perusahaan.  Mereka akan mencari talenta yang update informasi dan update teknologi.  Namun bagaimana pun juga, perusahaan yang sustain dalam merekrut kandidat terbaik akan selalu mencari yang punya Nilai Kejujuran atau Integritas.  Integritas dapat dikatakan sebuah harga mati bagi hidup perusahaan.  Banyak bukti mengatakan bahwa kegagalan sebuah perusahaan lebih dominan karena kegagalan dalam proses internal mereka sendiri dibandingkan faktor pasar atau kompetitor.  Fraud adalah dampak dari hilangnya Integritas.  Fraud berdampak langsung pada diri pelaku sendiri maupun pada perusahaan secara keseluruhan.

Karakter, Perilaku, Sikap dan Tingkah Laku karyawan bermuara pada sebuah nilai yang disebut INTEGRITY.  Dengan kompetensi tinggi sekalipun, namun kapasitas moral yang rendah, maka sulit rasanya perusahaan mampu bersaing.  Ibarat pilihan, Anda memelihara orang jujur yang bodoh atau meng-hire orang pintar yang licik, tentu bukan pilihan ideal.  Integritas adalah Sifat Dasar sedangkan Kapasitas adalah Sifat Tambahan.  Fraud tentu menyakiti diri sendiri dan pastinya melukai perusahaan.  Fraud adalah perilaku menyimpang yang dilakukan oknum untuk kepentingan pribadinya.

  1. Financial Loss

financial-loss.jpg

Fraud pasti memberikan kerugian secara finansial terhadap perusahaan.  Manipulasi, Lapping, Penggelapan dan lainnya, jelas-jelas secara langsung mengambil porsi keuangan atau potensi risiko keuangan perusahaan.  Fraud sangat menggerus profil keuangan perusahaan, baik jangka pendek pun jangka panjang.  Financial Loss adalah isu utama dari adanya Fraud.

  1. External Confidence

3442366-relation-concept-wallpaper.jpg

Sekali fraud terungkap di publik, maka risiko lainnya adalah tingkat kepercayaan masyarakat kepada perusahaan akan terkoreksi.  Terlebih dengan menjadi sebuah perusahaan terbuka, maka nilai perusahaan sangat dipertaruhkan dari nilai Integritas.  Proses aliansi akan terhambat, keanggotaan sebuah komunitas ekonomi akan ditolak, dan konsekuensi nilai kredit yang makin tinggi harus ditanggung.

  1. Company Morale

Downsizing3.jpg

Fraud yang sudah merajalela akan membenturkan moral perusahaan pada cadas yang keras.  Fraud yang tidak teratasi dengan baik, membawa suasana kerja tidak kondusif.  Saling curiga dan saling selidik antar karyawan dapat terjadi setiap saat.  Selain itu nilai jual karyawan meski mereka tidak terlibat dengan Fraud, maka akan dipertanyakan manakala mereka pindah ke perusahaan lain.

  1. Increased Audit Costs

Global Sourcing Costs on the Rise Wages That Went Up in 2014_0.jpg

Fraud yang sudah merajalela akan meningkatkan biaya operasional, khususnya OPEX dari Tim Audit.  Mereka perlu melakukan investigasi secara berkala dan periodik.  Terlebih jika fraud sudah terjadi secara “berjamaah”, maka biaya-biaya investigasi akan semakin besar, karena butuhnya waktu dan energi lebih besar untuk mendapatkan data dan fakta.

Fraud sangat menjadi konsen banyak perusahaan.  Dan internal control akan selalu jalan berbarengan dengan proses bisnis yang baik.  Fraud, efek pada diri sendiri dan perusahaan Anda, merupakan benalu yang wajib diberantas sedini mungkin.  Tidak hanya proses Preventif atau Korektif akan tetapi juga perlu dibarengi proses Detektif.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , , ,

%d bloggers like this: