Internal Control sebagai bagian Process Excellence dalam Manajemen Strategi Perusahaan

2093b2cSebuah bisnis dibuat adalah bertujuan “profit” atau return dari modal investasi yang ditanamkan.  Jika bisnis Anda berjalan stagnan, revenue tahun lalu sama dengan tahun sebelumnya, atau pertumbuhan revenue lebih kecil daripada pertumbuhan biaya operasional (opex), dapat diindikasikan perlu adanya review dan evaluasi lebih mendalam mengenai bisnis tersebut.  Bisnis yang tidak bertumbuh lebih tinggi daripada biaya, bukan hal yang sulit dilakukan evaluasi kelanjutannya.

Terlepas dari mekanisme hitungan Financial Statement dalam pengambilan keputusan bisnis, maka ada hal lain yang perlu menjadi konsentrasi para pelaku bisnis, yakni Process Excellence.  Bisnis yang baik akan dijalankan dengan berbagai mekanisme proses yang benar.  Dan dalam perjalanannya, maka proses bisnis selalu diikuti dengan Internal Control yang baik pula.  Internal Control adalah hal yang common wajib dilakukan dalam pengelolaan bisnis, untuk mendapatkan proses yang excellence dan hasil yang optimal.  Internal Control adalah bagian dari Process Excellence dalam Manajemen Strategi perusahaan untuk tumbuh berkelanjutan.

   Internal Control secara umum dapat dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan tujuannya, yakni sebagai proses Prevention (Pencegahan) dan sebagai proses Detection (Deteksi Dini).

  1. Prevention (Pencegahan)

 

Prevention-Matters-logo-300x142

prevention merupakan parameter pertama dalam internal control

Bisnis yang baik akan dapat berjalan hingga hitungan tahun atau bahkan dekade.  Banyak perusahaan global yang sudah berumur tidak hanya setahun dua tahun, namun hingga puluhan atau ratusan tahun.  Terlepas dari strategi perusahaan dalam akuisisi pasar, maka perilaku Prevention (pencegahan) terhadap suatu proses bisnis yang berpotensi buruk telah dilakukan secara struktural.  Prevention merupakan paramater pertama dalam sebuah kegiatan Internal Control, dimana ada bagian-bagian dalam proses bisnis yang memperhatikan tindakan-tindakan yang sifatnya mencegah terjadi kerugian.  Aksi prevention bertujuan untuk mengurangi faktor risiko dalam sebuah aktivitas bisnis yang berjalan.

Misalkan sebuah gedung bertingkat, perlu adanya perangkat pencegahan kebakaran di setiap lantainya.  Alat-alat ini berfungsi dalam kegiatan pencegahan kebakaran, meski belum tentu terjadi.  Namun jika terjadi kebakaran maka kerugian dapat diminimalisasi secara cepat.

Contoh lainnya adalah penggunaan firewall dalam server database komputer, yang bertujuan untuk mencegah masuknya spyware atau hacking terhadap data perusahaan.  Data-data yang menjadi aset perusahaan akan lebih terlindungi dari tangan-tangan jahil dengan adanya system security data yang handal.

  1. Detection (Deteksi Dini)

 

unduhan

detection merupakan bagian dari sampling proses bisnis

Selanjutnya dalam parameter Internal Control kedua adalah proses deteksi dini.  Detection merupakan bagian dari sampling proses bisnis, sehingga dapat dihindari terjadinya potensi kerugian pada sebuah proses berjalan.  Proses deteksi ini bersifat reguler, ada dan tidak adanya kasus yang merugikan sebuah bisnis, proses deteksi tetap perlu dilakukan.  Detection bisa berjalan simultan dengan proses Prevention.  Sifat risiko sebuah proses yang semakin tinggi diperlukan adanya proses Detection yang makin detil dan mendalam.  Diharapkan dengan adanya deteksi tingkat kesalahan yang terjadi akan mampu mengurangi timbulnya masalah di kemudian hari.

Misalkan sebuah gedung bertingkat yang sudah dilengkapi dengan alat bantu pemadam kebakaran di setiap lantainya, tetap perlu melakukan deteksi dini, dengan memeriksa struktur bangunan, struktur instalasi listrik atau gas, sehingga kesalahan instalasi dapat segera diperbaiki untuk menghindari faktor kebakaran di kemudian hari.  Tindakan perbaikan dini ini dapat disebut juga dengan Correction (Perbaikan).

Internal Control adalah kelanjutan proses yang wajib dilakukan dalam sebuah proses bisnis.  Proses yang sudah didesain sedemikian rupa namun tidak dibarengi dengan adanya proses kontrol yang baik dan benar, akan berpotensi memberikan dampak buruk pada hasil akhir.  Demikian pula jika sebuah proses bisnis sudah dilengkapi dengan aktivitas kontrol internal yang handal, akan tetapi tidak berjalan baik dan benar, atau sering dilanggar, sering disimpangkan, maka tetap menjadi sebuah kesia-siaan dalam bisnis.

Advertisements


Categories: artikel

Tags: , , ,

%d bloggers like this: